b. Sistem Model Neuman

Model Sistem Neuman telah lama dikenal sebagai konsep
model keperawatan (Neuman & Young, 1972 dalam Torakis & Smigielski,
2000). Model Sistem Betty Neuman menyediakan model yang bersifat holistik
fleksibel komprehensif dan merupakan dasar yang bisa dipakai untuk perawat. Dasar
pemikiran model ini adalah kesehatan klien/sistem klien berhubungan dengan
stressor lingkungan dan reaksinya terhadap stressor (Neuman, 1995 dalam Torakis
& Smigielski, 2000). Model
sistem ini berfokus pada respon sistem klien terhadap stressor lingkungan yang
bersifat aktual maupun potensial dengan menggunakan intervensi pencegahan
primer, sekunder, dan tersier untuk menyimpan, mencapai dan memelihara
kesehatan sistem klien secara optimal. Model sistem Neuman dalam konsep metaparadigma Fawcett adalah manusia,
keperawatan, kesehatan dan lingkungan (Fawcett, 2005 dalam Jarrin 2007).
1. Manusia (Klien)
Neuman memandang klien sebagai sistem terbuka. Sistem
klien dapat dilihat sebagai individu, keluarga, kelompok dan komunitas. Variabel-variabel
yang membangun sistem klien antara lain:
a.
Fisiologis
: mengacu pada strukur kimia fisik dan fungsi tubuh
b.
Psikologis
: mengacu pada proses mental dan emosi
c.
Sosial
budaya : mengacu pada hubungan dan harapan serta aktivitas sosial-budaya
d.
Spiritual
: dipengaruhi oleh keyakinan agama
e.
Perkembangan :
mengacu pada proses perkembangan yang dialami sepanjang hidupnya.Varibel-variabel tersebut berhubungan secara dinamis
dan tidak dapat dipisahkan (Neuman, 2001).
Pusat inti (Central
core ) berisi faktor-faktor pertahanan dasar hidup, diantaranya batas suhu
normal, struktur genetik, pola respon, kekuatan/kelemahan organ, struktur ego
(Neuman, 2002). Garis pertahanan flexible ( Flexible Lines of Defense) digambarkan sebagai lingkaran putus-putus
paling luar yang berperan memberikan respon awal atau perlindungan pusat inti (Central Core) dari stressor, melindungi
garis pertahanan normal (normal line of
defense) dan bertindak sebagai buffer untuk mempertahankan keadaan stabil
dari sistem klien (Neuman, 2001). Bila jarak antara (flexible lines of defense) dan (normal
lines of defense) meningkat maka tingkat perlindungan juga ikut meningkat. Olahraga teratur, tidur cukup, dan nutrisi yang baik dapat
meningkatkan garis pertahanan fleksibel (flexible
lines of defense) (Memmott et al.,
2000). Garis
pertahanan normal (normal line of defense)
digambarkan sebagai lingkaran
utuh yang
menggambarkan keadaan normal
individu atau merupakan keadaan untuk beradaptasi (Memmott et al., 2000). Garis pertahanan normal (normal line of defense)
juga merupakan mekanisme perlindungan kedua. Berbagai stressor dapat menginvasi garis pertahanan normal (normal line of defense) jika garis
pertahanan fleksibel (flexible lines of
defense) tidak dapat melindungi garis pertahanan normal secara adekuat.
Jika itu terjadi maka sistem klien akan bereaksi sehingga yang akan tampak pada
adanya gejala ketidakstabilan atau
sakit (Neuman, 2001). Garis pertahanan resisten (lines of resistance) merupakan lingkaran putus-putus yang mengelilingi pusat inti (central core). Artinya garis pertahanan
resisten ini melindungi pusat inti dan akan teraktivasi jika ada invasi dari
stressor lingkungan yang menembus garis pertahanan normal (normal line of defense), misalnya adalah mekanisme sistem imun
tubuh (Memmott et al., 2000).
2. Keperawatan
Neuman menyatakan bahwa keperawatan
merupakan profesi unik yang berkaitan dengan variabel yang mempengaruhi respon
klien terhadap stressor. Tujuan perawat adalah untuk membantu komunitas dalam
memelihara, mencapai keseimbangan sistem, atau keduanya yang dapat dicapai
melalui implementasi yang tepat (Wilson, 2000). Neuman menyarankan bahwa
kestabilan atau tingkat maksium kesehatan dapat dicapai melalui intervensi yang
bertujuan mengurangi faktor-faktor yang menyebabkan stress dan kondisi yang
merugikan sehingga dapat berdampak optimal pada situasi yang dihadapi orang
(Neuman, 2001).
Pencegahan primer merupakan tindakan
untuk memelihara stabilitas sistem klien dan menyeleksi ketika bahaya stressor
dikenali namun tidak menimbulkan reaksi, serta memanipulasi lingkungan untuk
mengurangi stressor yang melemahkan serta memperkuat garis pertahanan
fleksibel, strategi pencegahan ini meliputi promosi kesehatan, dan menjaga
kesehatan (Neuman, 2001). Pencegahan sekunder merupakan tindakan untuk mencapai
stabilitas sistem klien dan menyeleksi stressor ketika reaksi terhadap stressor
akan terjadi, pecegahan ini berfokus pada kerusakan struktur dasar (structur
core) dengan cara memperkuat garis pertahanan resisten atau meghilangkan
stressor, pemberian intervensi dilakukan setelah timbul symptom (Neuman, 2001).
Pecegahan tersier dilakukan setelah sistem telah diobati melalui strategi
pencegahan sekunder. Pencegahan tersier memberikan dukungan terhadap klien
serta dapat menambakan dan mengurangi energi yang dibutuhkan untuk membantu
rekonstitusi.
Menurut Wilson (2000) dengan
menggunakan proses keperawatan maka perawat dapat memutuskan intervensi yang
tepat untuk klien. Ketika diagnosa keperawatan dibuat maka tujuan keperawatan
dapat disesuaikan intervensi, dan setelah implementasi, maka hasilnya dapat
dievaluasi.
Proses Keperawatan menurut Neuman
ada 3, yaitu:
1.
Diagnosa Keperawatan (Nursing Diagnosis)
1.
Pengkajian
a.
Mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mengevaluasi interaksi diantara 5
variabel klien
b.
Mengidentifikasi stressor dan sumber-sumber pada intrapersonal area,
interpersonal area, dan ekstrapersonal area
c. Mengidentifikasi
dan membedakan antara persepsi klien dan perawat
d.
Memutuskan perbedaan persepsi
2.
Variasi kesehatan aktual atau potensial
2.
Tujuan Keperawatan (Nursing Goals)
a.
Harapan hasil (outcome)
Keinginan khusus untuk berperilaku
dalam menghadapi variasi kesehatan yang aktual atau potensial (diputuskan oleh
kolaborasi antara klien dan perawat)
b.
Rencana intervensi
Tindakan khusus dari klien, perawat
atau yang lainnya yang disesuaikan dengan hasil yang diharapkan
3.
Hasil Keperawatan (Nursing Outcomes)
a.
Intervensi aktual dilakukan
b.
Evaluasi dan reformulasi hasil keperawatan
1.
Menganalisis respon spesifik klien
2.
Penentuan pencapaian dari hasil yang diharapkan
3.
Jika pencapaian kurang berhasil, perlu ditentukan penyebabnya
4.
Reformulasi perlu dibuat
3. Kesehatan
Menurut Neuman (2001), sehat
merupakan kondisi dimana garis pertahanan fleksibel mencegah garis pertahanan
normal ditembus serta semua bagian dan subbagian berada dalam keadaan selaras
(keadaan tetap) dengan seluruh kesehatan optimum manusia terjadi ketika semua
kebutuhan dipenuhi. Sebaliknya, sakit merupakan variasi dari sehat yang
merupakan keadaan tidak terpenuhinya atau tidak stabilnya sistem klien, suatu
keadaan dimana kebutuhan terganggu untuk dipenuhi dan garis pertahanan normal
dapat ditembus. Neuman menggunakan istilah rekonstitusi untuk menjelaskan
keadaan yang terjadi dengan diikuti dengan pengaruh yang kuat dari stressor.
Rekonstitusi adalah meningkatnya energi yang merupakan reaksi terhadap stressor,
dan menunjukkan kembalinya dan pemeliharaan stabilitas sistem yang diikuti
pengobatan untuk reaksi stressor.
4. Lingkungan
Menurut Neuman, (1995 dalam Torakis
& Smigielski, 2000) stressor adalah kondisi atau situasi yang menyebabkan
perubahan kondisi sehat. Model Sistem Neuman melihat stressor dapat berpengaruh
pada kesehatan. Stressor mampu berdampak positif atau negatif terhadap sistem
klien. Stressor merupakan kekuatan di banyak lingkungan yang berpotensi
mempengaruhi stabilitas sistem. Macam-macam stressor:
1.
Intrapersonal,
yang terjadi didalam diri sendiri, contohnya: emosi dan
perasaan.
2.
Interpersonal,
yang bisa terjadi diantara dua individu, contoh: harapan terhadap
peran
3. Ekstrapersonal, dapat
terjadi diluar individu, contoh: tekanan pekerjaan
Menurut Neuman (2001) lingkungan
dibagi menjadi 3 yaitu :
1). Lingkungan internal meliputi seluruh kekuatan yang ada pada sistem klien dan
1). Lingkungan internal meliputi seluruh kekuatan yang ada pada sistem klien dan
merupakan sumber stressor intrapersonal
2). Lingkungan eksternal meliputi seluruh kekuatan yang berada diluar system klien
2). Lingkungan eksternal meliputi seluruh kekuatan yang berada diluar system klien
dan merupakan sumber stressor interpersonal dan
ekstrapersonal.
3). Lingkungan yang diciptakan
merupakan situasi atau kondisi yang membuat
sistem klien menjadi nyaman. Lingkungan ini dapat
menggantikan dan meliputi
lingkungan internal dan eksternal
1.
Analisa Unsur-unsur
Paradigma Keperawatan dalan Sistem Model Neuman
- Kekuatan:
Paradigma
dapat diartikan sebagai suatu perangkat bantuan yang memiliki nilai dan sangat
menentukan bagi penggunanya untuk dapat memiliki pola dan cara pandang
dasar dalam melihat, memikirkan, menentukan makna serta menyikapi dan memilih
tindakan dalam menyelesaikan masalah kehidupan manusia. Jika paradigma
keperawatan dikaitkan dalam konsep keperawatan, maka pola, cara pandang dalam
memikirkan dan menentukan suatu tindakan keperawatan berpijak pada nilai-nilai
yang dianut dalam suatu falsafah keperawatan. Pada konsep Neuman, memiliki paradigma yang jelas dan
tegas dalam mengkaji, menganalisa, serta mengambil keputusan dengan
tahapan-tahapan yang jelas (holistic dan terstruktur). Neuman menganggap
manusia (klien) sebagai makhluk yang holistic, pendekatan ini sangat cocok
untuk menyikapi dan mengambil tindakan
yang tepat pada berbagai kasus penyakit, entah itu yang terkait dengan masalah
kesehatan fisik ataupun mental, yang masih actual dan akut ataupun kronis. Konsep
Neuman sampai sekarang masih cocok digunakan, terutama bagi pasien kejiwaan
(mental health nursing), pasien di ruangan dengan kasus terminal, keperawatan
keluarga, keperawatan komunitas. Burney (1992) menyatakan hasil penerapan
system model Neuman pada masalah keperawatan kesehatan jiwa yang terjadi pada
klien lansia menunjukkan bahwa system model ini aplikatif untuk seluruh
disiplin ilmu keperawatan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa pada saat digunakan
untuk merawat klien multiplesklerosis, klien pada akhirnya mampu bertahan
terhadap stressor dan mampu mengembangkan mekanisme koping baru yang mana hal
itu merupakan tujuan dari perawatan saat itu. Beckmann (dalam Grahamm, 2006)
menyatakan bahwa model ini dapat digunakan untuk memfasilitasi perawat untuk
memberikan pelayanan secara langsung dengan pendekatan holistic pada pasien,
missal pada kasus gagal ginjal kronis yang berdampak pada seluruh aspek
kehidupannya. Adanya pengkajian pemahaman klien terhadap stressor, yang dapat
membantu klien dalam memutuskan tindakan yang akan dipilihnya terkait dengan
penatalaksanaan penyakitnya.
- Kelemahan
:
Model sistem Neuman
merupakan model yang berkembang di Amerika Utara (Shamsudin, 2002), sehingga
situasi keperawatan antara Indonesia dengan Amerika Utara juga berbeda. Di
Indonesia, pasien merupakan bagian dari sistem keluarga. Dalam kaitannya dengan
keperawatan, peran dari keluarga pasien sangat penting. Jika ada anggota
keluarga yang dirawat dirumah sakit, maka anggota keluarga lainnya juga ikut
menginap dirumah sakit dengan jangka waktu yang sama dengan pasien. Terutama
jika kondisi pasien kritis. Istri atau anak-anak pasien juga ikut terlibat
dalam perawatan pasien. Mereka juga ikut terlibat dalam pengambilan keputusan
untuk pengobatan pasien. Sehingga melibatkan keluarga dalam setiap aspek
perawatan pasien adalah penting. Selain itu, antara keperawatan dan keluarga
juga perlu bersama-sama dalam mencapai atau mempertahankan stabilitas kesehatan
pasien, sedangkan pada model Sistem Neuman kurang mempertimbangkan pasien
(klien) merupakan bagian sistem keluarga (Shamsudin, 2002). Sehingga sebelum
model tersebut digunakan, maka perlu
dipertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut
meliputi persipan perawat, praktek keperawatan, budaya dan sistem perawatan
kesehatan.
Konsep Neuman kurang tepat
jika digunakan pada kasus kegawat daruratan (emergency nursing),. Namun pada
kasus kegawat daruratan pada kasus pasien jiwa (mental health) masih sesuai
atau cocok dengan paradigma yang dikeluarkan oleh Neuman.
Konsep Neuman
kurang menjelaskan tentang hubungan perawat dan klien secara lebih terinci
terutama yang terkait dengan tahap-tahap hubungannya. Neuman lebih memasukkan
perawat sebagai salah satu komponen dari lingkungan fisik klien yang akan
berdampak pada stabilitas klien, karena menurut Jarrin (2007) perawat dipahami
sebagai medan energik getaran dan bagian yang terintegrasi dengan klien.
a.
Simpulan
Unsur-unsur
paradigm keperawatan sudah secara gamblang dijelaskan dalam system model
Neuman. Neuman memandang klien secara holistic dengan lingkungan internal dan
eksternalnya yang dapat mempengaruhi stabilitasnya, dan dengan proses
keperawatannya, perawat sebagai bagian dari lingkungan klien akan membantu
klien, keluarga, kelompok dan komunitasnya untuk mampu beradaptasi sehingga
mampu mencapai kembali stabilitasnya melalui tindakan preventif primer,
sekunder dan tersier. Meskipun pada prakteknya ada beberapa kelemahan dari
system model Neuman ini, tetapi paling tidak perawat dalam memberikan asuhan
dapat menggunakan model ini sebagai kerangka kerjanya, karena ada kekuatan yang
dimiliki system model ini yang tidak dapat dipungkiri, misalnya melihat klien
secara holistic, dapat diaplikasikan pada kondisi akut ataupun kronis baik pada
klien individu, keluarga, kelompok maupun komunitas
b.
Saran
Aplikasi
system model Neuman ini supaya lebih menggambarkan hubungan perawat dan
kliennya atau supaya bisa diaplikasikan di kegawatdaruratan secara umum,
sebaiknya dimodifikasi dengan menggabungkannya dengan system model yang lain
ataupun menyesuaikan dengan kultur budaya yang ada di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Fawcett, Jacqueline. (2005). Contemporary
nursing knowledge : analysis and evaluation
of
nursing model and theorie second edtion. FA Davis, Philadelphia
Graham, J, (Oktober-Desember 2006). Nursing theory and
clinical practice: How three
nursing
models can be incorporated into the care of patient with end stage kidney
disease. The CANNT Journal, 16(4), 29
Hidayat, A.A.
(2004). Konsep dasar keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Jarrin, O. (2007). An Integral
philosophy and definition of nursing. Journal of Integral
Theory and Practice, 2(4),
79-101.
Knight, Janet. (1990). The Betty
Neuman system model applied to practice: a client with
multiple sclerosis. Journal of Advanced Nursing, 15, 447-455.
Memmott, Bott, Duke. (2000). Use of
the Neuman System Model for interdisciplinary
teams.
Journal of Rural Nursing and Health Care, 1(2), 35-43.
Neuman, Betty. (2001). The
Nursing profession tomorrow and beyond. United Kingdom
Sage Publication, Inc, hal 321-328
Shamsudin, N. (2002). Can the Neuman
Systems Model be adapted to the Malaysian
nursing context?. International Journal of Nursing
Practice, 8, 99-105.
Torakis and Smigielski. (2000).
Documentation of model-based practice: one hospital's
experience. Pediatric Nursing, 26(4).
Wilson, L. (2000). Implementation
and evaluation of church-based health fairs. Journal
Of Community Health Nursing, 17(1), 39-48
TUGAS
SAINS KEPERAWATAN
KELOMPOK
I
0 komentar:
Posting Komentar